Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Friday, April 15, 2011

Kisah Cinta Seorang Anak Kepada Orang Tuanya

Pernahkah Anda terpikirkan jika cinta anak melebihi kasih seorang Ibu?
Kebanyakan orang berpikir bahwa kasih Ibu lah yang paling besar kepada anaknya. Namun, pada kisah kali ini menceritakan tentang cinta seorang anak kepada orang tuanya kepada Ibunya yang sudah meninggalkannya namun tetap ingat dan cinta kepada Ibunya yang sudah meninggalkan dirinya.

Kisah ini akan mengajak kita untuk lebih mencintai orang tua kita terutama Ibu yang sudah melahirkan kita.

Cinta dan Kasih Sayang
Mary, adalah seorang Ibu yang memiliki sifat buruk. Dia memiliki sifat pemarah, egois, dan tinggi hati. Si Ibu (Mary) tersebut baru melahirkan dan mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Eric. Anak tersebut wajahnya lumayan tampan namun agak terlihat bodoh. Sam, nama seorang suami dari Ibu dan yang telah memberikan nama "Eric" kepada si anak tersebut..

Ibunya berpikir, bahwa semakin hari bahwa semakin jelas kelihatan bahwa anak tersebut terbelakang. Ibu tersebut berniat memberikannya kepada orang lain. Namun, Sam mencegah niat buruk si Ibu tersebut. Karena itu, si Ibu dengan terpaksa membesarkannya juga.



Cinta dan Kasih SayangEric yang waktu itu berumur baru 2 tahun, si Ibu lalu melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Si Ibu menamainya Angelica. Ibu lebih senang menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali mereka mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun si Ibu selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga mereka menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya si Ibu mengambil tindakan yang akan membuat ia menyesal seumur hidup. Si Ibu dengan teganya pergi meninggalkan kampung kelahiran mereka beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap ditinggalkan begitu saja. Kemudian mereka (Ibu dan Angelica) tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Waktu telah berlalu, setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, kejadian itu telah berlalu.

Si Ibu telah menikah kembali dengan seorang pria yang bernama Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan mereka telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk si Ibu yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan mereka menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.

Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar di kepala si Ibu. Waktu itu menyadari betapa jahatnya perbuatannya dulu. Tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran si Ibu. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric, itulah yang tertanam di benak pikiran si Ibu. Sore itu mereka memarkir mobil biru di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap si Ibu dari samping. “Mary, apa yang sebenarnya terjadi?”

Dengan terisak-isak, Si Ibu menceritakan apa yang terjadi pada 10 tahun yang lalu. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada si Ibu. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Si Ibu menangis karena memikirkan anaknya, ia keluar dari mobil diikuti Brad dari belakang. Mata si Ibu menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapannya. Ia mulai teringat betapa gubuk itu pernah ditinggalinya, Ia teringat pada Eric. Namun disana kelihatan di ada siapapun, hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Si Ibu mengambil sepotong kain tersebut dan memperhatikan dengan seksama dan akhirnya ia mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya. Ia kaget melihat suasana gubuk tersebut yang terlihat gelap. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.
Ternyata ia seorang wanita tua. Si Ibu kaget karena wanita tua tersebut menegurnya dengan suaranya yang parau.

“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”

Dengan memberanikan diri, Si Ibu balik bertanya, “Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?” Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega, Saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama Saya. Walaupun Saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun Saya tidak akan meninggalkan anak Saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”

Si Ibu lalu membaca isi surat itu ...

Surat Untuk Ibu
“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”

Si Ibu menjerit histeris ketika membaca surat itu. Lalu si Ibu berkata “Bu, tolong katakan… katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”

Brad memeluk tubuh si Ibu yang bergetar keras.

Aku Cinta Ibu
Si wanita tua tadi lalu berkata “Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”

See ... Seorang anak yang sudah 10 tahun lamanya masih mencintai Ibunya. Kita harus belajar mulai dini untuk mencintai orang tua kita terutama Ibu kita yang sudah melahirkan kita.

Mengendalikan Amarah Dalam Jiwa

Mengendalikan Amarah
Dulu, aku orang yang bersifat pemarah. Aku tidak bisa meredam amarahku setiap hari. Ayahku menyadari hal ini.

Untuk mengurangi rasa amarahku, Ayahku memberikan sekantong paku dan mengatakan kepadaku agar aku memakukan paku itu ke pagar di belakang rumah tiap kali aku marah.

Hari pertama aku bisa memakukan 48 paku ke pagar belakang rumah. Namun secara bertahap jumlah itu berkurang. Aku menyadari bahwa lebih mudah menahan amarah ketimbang memaku paku ke pagar. Akhirnya aku bisa menahan dan mengendalikan amarah ku yang selama ini telah memburuku. Aku memberitakukan hal ini kepada Ayahku.

Ayahku mengatakan agar aku mencabut satu paku di pagar setiap hari dimana aku tidak marah. Hari-hari berlalu dan tidak terasa paku-paku yang tertancap tadi telah aku cabut dan lepaskan semua. Aku memberitahukan hal ini kepada Ayahku bahwa semua paku telah aku cabut.

Ayah tersenyum memandangku, dan ia menuntunku ke pagar. Dan berkata “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas."

Aku menyadari hal ini bahwa aku setiap kali marah aku teringat pada orang yang aku dendam tersebut. Ayah tambah berkata "Seperti lubang ini … di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu … Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada …dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik …”

Terima Kasih Ayah, kini aku dapat meredam dan mengendalikan amarahku setiap saat dan setiap waktu. 

Thursday, April 14, 2011

Orang Tua Terbaik Di Dunia

Orang Tua Terbaik di DuniaAwalnya aku iri padamu kawan. Aku iri pada semua anak di dunia yang memiki orang tua yang menyangi anaknya dan selalu ada waktu untuk keluarganya. Bisa mengobrol dangan ayah itu pasti asyik. Atau bisa curhat pada ibu juga pasti lebih melegakan daripada curhat kepada teman.

Tetapi tidak dengan orangtuaku. Ya, orangtuaku. Mereka adalah manusia super sibuk. Ibuku setiap pagi harus pergi mengajar anak anak lain sepertiku, dan pulang di siang hari. Dan malamnya ia pakai untuk mengerjakan tugas tugasnya sebagai guru, memeriksa tugas dan ulangan mereka. Dan sisa waktu luangnya ia gunakan untuk meregangkan otot ototnya. 

Tidakkah ia ingat denganku yang masih remaja dan membutuhkan perhatian lebih? Aku ini remaja labil kawan, sedikit di sentuh langsung terjatuh. Aku butuh ibu yang bisa mendengarkan semua cerita dan keluh kesahku. Dan yang lebih menyakitkan bagiku adalah ketika aku melihat ibuku sedang mengajar anak anak sepertiku, ia terlihat begitu perhatian kepada anak anak itu. Tetapi tidak denganku. Ya , tidak denganku.

Terlebih lagi ayahku, ia lebih sibuk dari ibuku. Ia terkadang pergi di pagi buta dan pulang malam hari. Atau terkadang pulang sore hari atau siang hari, atau … ah sudahlah tak akan kutuliskan jadwal keseharian ayahku karena aku pun tidak mengerti dengan jadwal ayahku yang tidak tentu itu. Mengingat pekerjaanya sebagai salah satu orang yang berwenang di perusahaannya dan tidak memiliki waktu yang mengikat, dan mengingat perannya yang cukup penting di masyarakat membuatnya harus selalu menyediakan waktu untuk masyarakatnya. Lalu sisa waktu luangnya di rumah ia gunakan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Maka di rumah ia hanya duduk di depan laptop hitamnya atau tidur untuk meregangkan otot ototnya. Ketika aku mencoba mengobrol dengannya, iya hanya menjawab “hmm” lalu beberapa saat diam, lalu berkata “tadi bilang apa?’ lalu sibuk mengetik dan manatap layar kaca laptopnya.

Kawan, sakali lagi kukatakan padamu, aku ini remaja labil. Aku butuh seorang lelaki yang bisa membuat aku tertawa dan melupakan tumpukkan tugas dan pr dari sekolahku untuk beberapa saat.

Ya, aku iri padamu kawan. Sampai suatu saat ketika sebentar lagi umurku akan merubah statusku. Dari remaja menjadi dewasa. Sesuai dengan Undang Undang Republik Indonesis. Kira kira berapa umurku saat itu? Yap. 16 tahun kawan.

Saat itu, saat aku berusia 16 tahun. aku bicara dengan ayah dan ibuku. Kali ini kami saling menatap wajah, aku mengobrol banyak hal pada mereka. Aku tanyakan semua pertanyaan yang selalu kupendam selama ini. Rasanya nyaman kawan. Nyaman sekali rasanya bisa mengobrol dengan ayah dan ibu, tetapi, walaupun aku senang, saat itu aku melihat wajah ayah dan ibuku dengan seksama. Kau tau kawan? Mata mereka kini tidak lagi cerah seperti dulu, matanya menyiratkan kelelahan, kulit mereka tidak lagi segar, kini mulai tumbuh keriput keriput kecil di sisi mata kanan dan kirinya.

Ya Allah, saat itu aku berpikir… apakah wajah kelelahan itu untukku? Ya kawan, semuanya untukku. Setiap hari mereka berjuang untukku, berjuang agar aku bisa sekolah dan menabung untuk uang kuliahku. Dan karena aku tidak menyadari semua itu, aku biarkan ayahku mengambil rapor sekolahku dengan nilaiku yang tidak memuaskan. Tapi apa katanya kawan? “tak apa apa nak, masih ada semester depan, belajarlah yang rajin ya” ya, itulah yang ia katakan. Ia selalu memotivasiku.

Maka pantaskah aku berharap untuk dibuat tertawa oleh mereka? Pantaskah aku jejali hari hari melelahkan mereka dengan cerita ceritaku yang membosankan? Seharusnya aku yang membuat mereka bahagia dan membuat mereka tertawa. Ya, aku seharusnya berpikir lebih dewasa. Ayah, ibu, maafkan aku.

Dan detik itu juga kawan, aku tidak berpikir bahwa aku iri padamu, tapi aku bangga karena aku punya orangtua terbaik di dunia.

Sumber

Sunday, April 3, 2011

Kisah Bayi Mencari Malaikat

Orang Tua
Saya dan sobat blogger pasti pernah kecil dan menjadi bayi. Bagaimana perasaan sobat blogger sewaktu bayi? Dan bagaimana pula perasaan sobat ketika belum dilahirkan ke dunia dan masih ada di surga? Kisah ini akan membuat kita kembali pada masa dulu dan diasuh oleh seorang malaikat yang bernama IBU! Silahkan simak kisahnya berikut ini.

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan: "Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?"

Tuhan menjawab: "Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."Tapi di sini, di dalam surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk bahagia."

"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia."

"Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?"

"Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara berbicara.

"Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu?"

"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara berdoa."

"Saya mendengar di bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya?"

"Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal itu mungkin akan mengancam jiwanya."

"Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi."
"Malaikat akan menceritakan kepadamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."

Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"

"Kamu akan memanggil malaikatmu, "IBU"





See u..

Sunday, March 27, 2011

Perjuangan Ibu Yang Tiada Terkira

Kasih Ibu Kepada Anaknya
Ibu adalah malaikat penjaga, penyang, dan peduli kita dari lahir ke dunia yang diutus Allah SWT. Malaikat tsb akan terus menjaga, mengajarkan, dan menyayangi kita hingga akhir hayatnya.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dgn sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara kedua atau kedua-dua sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka. Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yg mulia.”

Segala puji bagi Allah yang telah memerintah kami untuk bersyukur dan berbuat baik kepada ibu dan bapak dan berwasiat agar kami menyayangi mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidik kami sewaktu kecil.
 

Ya Allah sayangilah kedua orang tua kami. Ampuni, rahmati dan ridhoilah mereka.

Ya Allah ampunilah mereka dengan ampunan yang menyeluruh yang dapat menghapus dosa-dosa mereka yang lampau dan perbuatan buruk yang terus menerus mereka lakukan.

Ya Allah berbuat baiklah kepada mereka sebanyak kebaikan mereka kepada kami setelah dilipatgandakan, dan pandanglah mereka dengan pandangan kasih sayang sebagaimana mereka dahulu memandang kami.

Ya Allah berilah mereka hak rububiyah-Mu yang telah mereka sia-siakan karena sibuk mendidik kami.

Ya Allah maafkanlah segala kekurangan mereka dalam mengabdi kepada-Mu karena mengutamakan kami dan maafkanlah mereka atas segala syubhat yang mereka jalani dalam usaha untuk menghidupi kami.
Kasih Ibu Kepada Anaknya
 Lagu Kasih Ibu yang dikutip dari wikibooks :
Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.
Kasih Ibu Kepada Anaknya

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. si Ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

Ongkos upah membantu ibu:

1) Membantu pergi ke Warung: Rp 20.000
2) Menjaga adik Rp 20.000
3) Membuang sampah Rp 5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp 10.000
5) menyiram bunga Rp 15.000
6) Menyapu Halaman Rp 15.000
Jumlah : Rp 85.000

Selesai membaca, si Ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si Ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9 bulan - GRATIS
2) OngKos jaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu - GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu- GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS

Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".

Pernyataan di atas adalah seorang anak yang lupa akan jasa Ibunya, malah sebaliknya. Ia berusaha membantu Ibunya karena pamrih, yang sebenarnya Ibunya melahirkan dan menjaganya tanpa pamrih.

Nah dari artikel ini kita bisa belajar bagaimana menghargai dan mengasihi seorang Ibu
Ingat jasanya, Ingat Pengorbanannya.
Dengan begitu Insya Allah kita tidak akan pernah durhaka terhadap Ibu kita.

Kisah Seorang Bocah Amerika Masuk Islam

Pada kesempatan kali ini, DAW-XP akan sedikit bercerita tentang seorang bocah Amerika yang masuk Islam. Kisah ini akan membuat sedih para sobat blogger, khususnya yang beragama Islam. Islam itu memang indah, seindah cita-cita bocah ini, seindah wanginya bunga mawar, dan seindah mekarnya bunga teratai.

Keunikan dari kisah masuk Islamnya bocah ini adalah bahwa ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari semua agama. Setelah membaca dengan penuh teliti, akhirnya dia memutuskan untuk menjadi seorang muslim sebelum dia bertemu dengan seorang muslimpun.


Berikut kisahnya ..

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nashrani, atau Majusi” (HR. Al-Bukhari no. 1296).



Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.

Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.

Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan.

Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad ’Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil.

Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, ”Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?”

Wartawan itu berkata: ”Tidak”. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.

Bocah itu kembali berkata , ”Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?”. Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. ”Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan ’umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?”

Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, ”Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat.”

Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, ”Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?” Dia diam sesaat kemudian menjawab.

Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, ”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku”.

Wartawan bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?”

Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”. Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.

”Apakah cita-citamu ?” tanya wartawan

Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.

”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?” tanya wartawan lagi.

Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”.

Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.

Kemudian Muhammad meneruskan, ”Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”

Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, ”Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.”

”Apakah cita-citamu yang lain ?” tanya wartawan.

“Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka.” jawab Muhammad

Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.

Muhammad berkata, ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.”

”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?” tanya wartawan lagi.

Muhammad menjawab, “Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.”

“Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?” tanya wartawan

Maka dia menjawab dengan meyakinkan : “Tentu”

”Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?”

Muhammad menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.”

”Apakah engkau sholat di sekolahan ?”

”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari” jawab Muhammad

Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan,”Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?”

Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan. Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan.


sumber

Monday, November 22, 2010

Seorang Cacat Pemegang Rekor Dunia Olimpiade

Ketika berumur lima tahun,Glenn Cunningham mengalami luka bakar yang parah di bagian tungkainya.para dokter yang merawat nya terpaksa angkat tangan.Menurut mereka,Glenn akan tetap cacat dan harus menggunakan kursi roda seumur hidupnya."Ia takkan bisa berjalan lagi",begitulah kalimat yang terlontar dari beberapa dokter yang di temuinya.

Para dokter itu memang memeriksa keadaan tungkai kaki Glenn Cunningham,namun tidak mungkin mereka bisa melihat ke dalam lubuk hatinya.. Glenn sungguh tidak menghiraukan kata-kata dokter tersebut.Ia bertekad dalam hatinya bahwa dia pasti bisa berjalan lagi.Sementara fisiknya masih terkapar lemah di tempat tidur dengan kakinya yang kurus dan nampak merah bekas luka bakar,ia berikrar "Minggu depan,aku akan bangun dari tempat tidur ini dan berjalan!".Dan Hal itu benar-benar dilakukannya.

Dalam waktu satu minggu,dia sudah bisa berjalan walau langkahnya masih terlihat gemetaran.. Ibunya bercerita mengenai betapa ia sering menyingkapkan gorden dan memandang keluar,memperhatikan Glen meraihkan tangan ke atas untuk menggenggam gagang sebuah alat pembajak tanah yang sudahtidak dipakai lagi di pekarangan.Dengan kedua tangan yang menggenggam gagang bajak,ia mulai melatih kakinya yang cacat.Dan dengan setiap langkah yang menyakitkan itu,semakin dekat pula dia ke tujuan yang telah di ikrarkannya,yaitu bisa berjalan kembali.Tidak lama kemudian,dia sudah mulai bisa berlari-lari dengan lambat,semakin lama semakin cepat dengan gerakan yang semakin pasti.

"Aku sejak awal sudah yakin akan bisa berjalan lagi,dan ternyata memang bisa.. Kini aku akan berlari lebih cepat dari siapapun juga.",demikianlah yang terbesit dalam benak Glenn ketika dia sudah mulai bisa berjalan normal kembali.

Hal itu berhasil dilakukannya!,dia menjadi pelari yang tangguh untuk jarak satu mil.. Dan pada tahun 1936,dia mencatat prestasi yang menakjubkan kala dia berhasil mencetak rekor dunia baru balap lari jarak satu mil dengan waktu hanya 4:06 menit.Sehingga dia mendapat penghormatan sebagai atlet luar biasa waktu itu.

"Jika aku dapat meminta agar hidupku sempurna,itu merupakan godaan menggiurkan.Namun dengan sangat terpaksa,aku akan menolaknya.Karena dengan begitu aku tidak dapat lagi menarik pelajaran dari kehidupan ini"Demikianlah kalimat yang sering diucapkan oleh Glenn Cunningham.

Seorang yang sudah dipastikan cacat seumur hidupnya oleh puluhan dokter pun masih terus mempertahankan semangatnya.. dan akhirnya menjadi pemegang rekor dunia.. Lalu bagaimana dengan kita?Masihkah ada alasan untuk tidak bisa berhasil..?

Cinta Itu Ibaratnya Sebuah Bis

bis
Cinta itu sama seperti orang yg sedang menunggu bis.. Sebuah bis kemudian datang, dan kamu bilang, "Wah..terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh! Aku tunggu bis berikutnya aja deh." Kemudian, bis berikutnya datang.

Kamu melihatnya dan berkata, "Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah..",lalu bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat,
tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.

Selanjutnya,bis keempat pun berhenti tepat di depan kamu.. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang, "Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku nanti". Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar dan kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.

Setelah beberapa lama, kamu akhirnya baru sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju!,Dan kamu baru sadar telah menyia-nyiakan waktumu sekian lama.

“Sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal'
untuk menjadi pasangan hidupnya.Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia”

Belajar Dari Sebuah Pensil

Cerita MOtivasi 1. Pensil mengingatkan kepada kita, kalau kita bisa berbuat hebat dalam hidup ini. layaknya sebuah pensil ketika digunakan untuk menulis, janganlah lupa bahwa pasti ada tangan yang akan membimbingnya. Sebutlah Tangan Tuhan, Dia akan senantiasa membimbing kita menurut kehendak-Nya.

2. Di dalam proses menulis, kadangkala beberapa kali harus berhenti sejenak dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil kita.Rautan ini pasti akan membuat pensil itu menderita. Tapi setelah proses itu, pensil mendapatkan ketajamanannya kembali.Begitu juga dengan kita, dalam hidup ini kita harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuat kita menjadi orang yang semakin baik.

3. Pensil selalu memberikan kesempatan untuk menggunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah.Oleh karena itu, memperbaiki kesalahan dalam menjalani hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Karena justru itu kita akan senantiasa berada pada jalan yang benar.

4. Bagian terpenting dari pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam pensil.
Quote: Selalulah berhati-hati dan menyadari hal-hal di dalam diri kita.

5. Pensil selalu meninggalkan tanda/goresan.

Quote: Seperti juga kita, kita harus sadar kalau apapun yang kita perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dansadar terhadap semua tindakan.

6. Semakin lama dipakai, semakin pendeklah sebuah pensil.Hal ini mengingatkan kita untuk mengingat kepada kematian, bahwa tidak selamanya kita akan hidup di dunia. Yang terpenting bukanlah seberapa panjangkah umur kita, tetapi seberapa banyakkah tulisan-tulisan pensil yang telah kita torehkan.

Apa Tujuan Hidupmu ?

tujuan hidup Gw sering banget kebingungan kalo di tanya apa tujuan hidup gw. Bukannya apa yah,tapi gw ngerasa kalo ngga ada sesuatu yang istimewa dalam hidup gw. Semuanya cuma di biarin mengalir aja seperti air selokan yang jadi tempat menumpuknya sampah dan akhirnya mampet. Kosong banget rasanya.

Pegang duit yah di habisin,kalo udah habis yah cari lagi. Begitu terus berulang-ulang,sampe kiamat. Sangat membosankan!,suram.

Hal yang sama pun terjadi saat gw yang balik bertanya ke orang-orang dekat di sekitar gw..,"Apa tujuan hidup lu..?",kebanyakan menjawab ngga tau. Membingungkan. Padahal kalo dipikir-pikir, setiap orang itu seharusnya punya sebuah tujuan dalam hidupnya. Sesuatu target yang bisa membuat dia merasa punya sesuatu untuk di banggakan. Tapi apa itu?

Memang sih, setiap orang pasti punya pola pikir yang berbeda tentang tujuan hidupnya. Tapi satu yang gw tau,semua orang ingin berhasil dalam hidupnya. tul ngga..?

Setiap orang juga bisa mempunyai pengertian yang lain tentang arti kata sukses. Si A mungkin merasa sukses,hanya karena berhasil membeli rumah impiannya. Tapi apa itu sudah cukup? kebanyakan orang akan selalu mencari yang lebih dan lebih lagi bagi hidupnya.

Sudah mampu beli motor,dia mengincar mobil. Mobil sudah dapat,kemudian mengincar rumah. Rumah sudah dimiliki, mencari lagi yang lebih mewah. Begitu seterusnya..,terus apa donk yang di cari di hidup ini..?
 
Whatever,dibalik semua itu, gw tetap berkeyakinan bahwa apapun dan bagaimanapun keadaan gw sekarang..,gw harus meninggalkan jejak gw dibumi ini. Sebuah jejak yang suatu saat akan mengingatkan orang lain,bahwa gw pernah ada di kehidupan ini. Sebuah kenangan indah,yang bisa membuat orang tersenyum ketika mengingat nama gw.. walaupun saat itu gw sudah ngga ada di dunia ini.

Hope that will come true..

"Apa tujuan hidup..?", memang pertanyaan yang sulit ditemukan jawabannya.

Tak Ada Salah Dan Benar Di Dunia Ini

Tiada-Salah-benar Suatu hari,seorang kakek yang terkenal bijaksana sedang berjalan kaki melewati sebuah sawah dan menemukan 2 orang anak lelaki yang sedang bertengkar . Dengan tanpa ragu,beliau menghampiri mereka.”Apa yang sedang kalian ributkan nak..?”,tanya beliau kepada kedua anak tersebut.

“Dia mengatakan bahwa cara saya memegang sendok salah.. katanya,harus pakai tangan kanan.sedangkan saya merasa lebih mudah memakai tangan kiri..”,jawab seorang anak sambil menunjuk temannya.

“Bohong kek,dia yang mengatakan bahwa cara saya memegang sendok yang salah.. padahal jelas-jelas dia yang salah.Memegang sendok dengan tangan kanan jauh lebih mudah bagi saya ketimbang tangan kiri..”,sahut temannya membela diri.

Mendengar hal tersebut,kakek malah bertanya kepada kedua anak tersebut.”Menurut kalian,matahari lebih dekat dengan bumi saat pagi hari atau siang hari..?”

“Pagi hari donk kek..,soalnya saat pagi hari matahari terlihat lebih besar daripada siang hari.Itu menandakan bahwa matahari lebih dekat dengan bumi ketika pagi hari”,jawab anak yang kidal.

“Siang hari lah kek..,karena saat siang hari,matahari lebih panas ketimbang saat pagi hari.Itu menandakan bahwa matahari lebih dekat dengan bumi ketika siang hari”,jawab anak yang satunya.

“Lalu siapa yang benar kek..??”,terdengar kedua anak tersebut serempak bertanya kepada sang kakek.
Mendapat pertanyaan tersebut,kakek hanya menjawab..

“Tidak ada yang salah dan benar di dunia ini,yang ada hanyalah perbedaan sudut pandang saja.. matahari tetap pada jarak yang sama dengan bumi setiap saat,yang ada hanyalah sudut pandang kita yang terkecoh oleh berputarnya bumi yang kita pijaki . Perbedaan itu pasti akan ada.., dan sesungguhnya, memaksakan persamaan dalam setiap kebiasaan adalah sikap yang sungguh tidak bijaksana.”
Lalu si kakek pergi meninggalkan kedua anak tersebut,sambil berkata.. “Memahamilah,maka kau pun akan di pahami”.

Seketika kedua anak tersebut,saling memandang dan saling tersenyum satu sama lainnya dan berpelukan.. “Maafkan aku yach..”,mereka mengucapkannya berbarengan. Big Hug

Cinta Yang Tulus Adalah Cinta Tanpa Alasan

Seorang gadis mengeluh,setiap kali ia bertanya kepada pacarnya,"Kenapa sich loe bisa sayang sama gue?",pacarnya tak pernah menjawab,hanya diam dan tersenyum.Padahal teman-temannya yang lain selalu mempunyai alasan mengapa pacar mereka mencintai mereka.

"Karena suaraku yang merdu !" ujar si A."Karena aku pintar menari",kata si B."Karena wajahku yang cantik...!",sahut si C.Semakin lama,gadis ini semakin marah dan kecewa."Setiap kali kutanya,ia selalu diam.. berarti pacarku tidak mencintaiku lagi !Akan kuputuskan saja dia !",pikir si gadis di dalam hati.. Akhirnya,dia memutuskan sang pacar.

Beberapa bulan kemudian,si gadis pergi keluar kota,dan bus yang di tumpanginya mengalami kecelakaan dahsyat,wajahnya cacat,ia menjadi bisu,dan kakinya terpaksa harus di amputasi.Si gadis begitu sedih.. "Mana ada lagi laki-laki yang mau mendekati seorang gadis cacat dan tak lagi berarti seperti diriku ?",pikirnya di dalam tangis.

Suatu hari,pacar yang dulu pernah diputuskannya datang.Karena si gadis sudah tak lagi bisa berbicara,dengan menulis di atas kertas ia bertanya kepada mantan pacarnya, "Mengapa kamu masih datang kemari,kini aku sudah cacat dan sudah tak berarti...".Sambil tersenyum mantan pacarnya berkata,"Dulu,aku tak bisa menjawab ketika kamu selalu bertanya,mengapa aku mencintaimu.. kalau dulu kukatakan aku mencintaimu karena kamu pandai bernyanyi,tentu setelah kamu bisu,tak ada alasan lagi bagiku untuk mencintaimu.Kalau kukatakan aku mencintaimu karena kamu pandai menari,masih adakah cintaku padamu setelah kakimu di amputasi?Dan kalau kukatakan karena wajahmu yang cantik dan menarik,tentu cintaku hilang setelah weajahmu cacat dan menjadi jelek.

Jadi,dari dulu,sekarang,hingga nanti,aku mencintai kamu tanpa alasan,aku mencintai kamu apa adanya!".Mendegar kalimat yang terucap dari mantan pacarnya tersebut,si gadis hanya bisa tertunduk dan meneteskan air mata.. air mata bahagia,menyadari bahwa ada hawa cinta yang tulus tengah terasa dalam hati nya.

Kemudian dia menatap sang pria dan berkata..
"Maafkan aku"

Kisah Yang Mengharukan

Howard hanya bisa tertunduk lemas saat mendengar kabar lewat telepon bahwa anak perempuannya yang berusia 11 tahun,marie mengalami kecelakaan dan kini dalam kondisi kritis.. Dunia serasa sunyi baginya selain suara anak kedua nya david yang tak henti-hentinya bertanya kepada dirinya mengenai apa yang tengah terjadi.

Tanpa menjawab pertanyaan anak laki-lakinya,howard pun bergegas membawa serta eddie menuju rumah sakit tempat marie dirawat."Dok,bagaimana dengan keadaan anak saya dok?",tanya howard setibanya di depan kamar marie dirawat.Namun jawaban yang diterima sangat tidak meng-enakkan hati..

"Anak anda mengalami pendarahan yang hebat di kepala dan membutuhkan donor darah dengan golongan yang sama.Namun dengan berat hati,saya menyampaikan bahwa stok untuk golongan darah anak anda tidak tersedia saat ini tuan..",jawab sang dokter."Apakah tuan mempunyai golongan darah yang sama dengan marie?",dokter balik bertanya kepada howard.

Mendengar pertanyaan tersebut,howard hanya bisa menjawab "Golongan darah saya berbeda dengan Marie,karna golongan darah nya ikut golongan darah almarhum mamanya yang sudah berpulang 2tahun yang lalu","Tapi,entah bagaimana dengan golongan darah eddie..",Lanjut Howard kembali.

"Baiklah,bagaimana kalau kita coba cek dahulu golongan darah Eddie",ujar dokter sembari menoleh ke arah Eddie yang dari tadi belum benar-benar mengetahui apa yang kini tengah terjadi kepada kakak perempuannya tersebut.Mendengar itu,Eddie yang hanya tahu bahwa kakaknya sedang dalam kesulitan,segera meng-iyakan ajuan sang dokter.

"Apa yang terjadi pada kakak saya dok?",tanya eddie kepada dokter seraya mereka memasuki ruang tempat kakaknya marie sedang terkulai lemas.
"Kakakmu kini sedang dalam kesulitan nak..,dan mungkin hanya kamu yang bisa menolongnya saat ini.Tapi tenanglah,jika ada golongan darah yang cocok,kakakmu pasti selamat koq,dia hanya kekurangan darah saja",jawab sang dokternya singkat sementara howard mengikuti mereka dari belakang dengan penuh harap.

Diranjang yang bersebelahan dengan kakaknya,Eddie berbaring untuk menunggu dokter memeriksa golongan darahnya.. tak henti-hentinya Eddie menatap wajah kakaknya yang hanya bisa membalas tatapannya dengan sayu karna tubuhnya sudah lemas karna kekurangan darah.. Ingin rasanya menangis melihat kondisi kakaknya,namun ia teringat pesan ayahnya bahwa jadi laki-laki harus tegar.

"Eddie,ditahan sebentar yah.. ini tidak sakit koq..hanya seperti digigit semut saja",Sang dokter berusaha menenangkan Eddie sembari ia mulai mengambil sampel darah dengan jarum suntik ditangannya.

Melihat dokter sudah mulai mengambil darahnya menggunakan jarum suntik,Eddie pun berkata pada sang dokter...

"Dokter,saya mohon kepada anda dengan sangat apabila nanti kakak saya sudah bisa tertolong dengan darah saya,sampaikanlah padanya pesan terakhir dari saya.. bahwa saya menyayanginya".Lalu Eddie memejamkan matanya perlahan-lahan.. bersiap-siap menanti darahnya harus dipindahkan semua ke kakak-nya.....

Mendengar keluguan dan salah sangka Eddie itu,dokter hanya bisa tertegun dan mengagumi betapa tulusnya kasih sayang Eddie kepada kakaknya,Meski tidak mengerti apa sebenarnya itu donor darah,namun dia rela bertukar nyawa demi kakaknya bisa tertolong..


Tetes air mata pun membasahi wajah howard yang mendengar hal itu dari belakang..